Pengertian lingkungan sehat adalah lingkungan yang mendukung terciptanya individu warga yang sehat serta masyarakat yang sehat.
Dalam kalimat lain, pengertian lingkungan sehat adalah lingkungan yang terhindar dari hal – hal yang menyebabkan gangguan kesehatan seperti limbah cair, limbah padat dan limbah gas. Juga terhindar dari binatang – binatang pembawa bibit penyakit, zat kimia berbahaya, polusi suara berlebihan serta hal – hal lain.
Aspek lingkungan sehat
Untuk mendapatkan dan menerapkan pengertian lingkungan sehat, setidaknya ada 9 aspek yang harus dipenuhi dan selalu diperhatikan.
1. Ketersediaan air minum yang bersih
Tidak bisa dipungkiri bahwa minum adalah kebutuhan paling pokok bagi kita. Banyak cara dilakukan untuk mendapatkannya sekalipun harus ditebus dengan berbagai cara.
Namun bukan sembarang air yang dibutuhkan untuk menunjang kesehatan. Air yang diminum harus dipastikan terhindar dari hal – hal yang menyebabkan penyakit. Air kotor, air terkontaminasi limbah, air tercampur zat kimia atau pewarna, air yang tidak dimasak adalah contoh-contoh air yang tidak layak untuk diminum karena dapat menjadi sebab timbulnya penyakit.
2. Makanan dan minuman yang menyehatkan
Salah satu faktor lingkungan sehat yang mendukung kesehatan individu adalah ketersediaan makanan dan minuman yang menyehatkan.
Pastikan makanan dan minuman yang kita konsumsi bersama keluarga penuh nutrisi dan terhindar dari penyebab penyakit. Tidak perlu mewah yang penting bersih dan steril. Jangan jajan sembarangan di pinggir jalan. Jangan konsumsi makanan dan minuman yang sudah basi atau sudah kedaluwarsa. Jangan konsumsi makanan dan minuman yang tubuh kita tak bisa menerima karena alergi atau lainnya.
3. Pengelolaan air buangan
Sehari-hari kita tidak bisa terlepas dari kebutuhan air. Tidak hanya untuk minum, air juga kita gunakan untuk kebutuhan mandi, cuci muka, cuci tangan, bersih – bersih setelah buang hajat, mencuci peralatan dapur, mencuci pakaian, mencuci kendaraan, menyiram tanaman. Selain itu ada lagi air yang tidak kita sediakan di rumah tapi, selalu ada bila musim hujan datang yaitu air hujan yang menyirami rumah kita.
Adanya berbagai aktifitas di atas yang tidak lepas dari air mengharuskan kita memikirkan kemana air itu akan terbuang. Jika air buangan ini dibiarkan menggenang di sekitar rumah, tentu sangat tidak bagus. Selain mengganggu pemandangan, aroma tak sedap dari air buangan juga menjadi polusi tersendiri. Belum lagi nanti menjadi sarang nyamuk dan penyakit.
Usahakan air buangan ini dialirkan ke tempat yang semestinya agar tidak menimbulkan berbagai gangguan.
4. Pembuangan sampah padat
Sampah padat meliputi dua jenis sampah yaitu sampah organik dan non organik.
Sampah organik adalah sampah yang berasal dari alam seperti sayuran, dedaunan, buah-buahan, sisa makan atau sisa-sisa makhluk hidup seperti kotoran hewan, bangkai binatang dan sebagainya. Sampah organik, baik diolah atau tidak akan terurai dan kembali ke alam karena sampah ini bisa membusuk.
Sampah non organik adalah sampah yang tidak bisa atau tidak mudah membusuk seperti plastik, kaleng, kayu, batu dan sebagainya.
Karena perbedaan sifat antara keduanya, maka pengelolaan dan pembuangannya pun berbeda. Sampah organik langsung bisa ditanam di dalam tanah sehingga menjadi kompos. Untuk sampah non organik, jangan ditaman begitu saja dalam tanah. Lebih baik dikumpulkan dalam wadah tersendiri, kemudian dijual kalau memungkinkan. Kalau sudah tak punya nilai jual, lebih baik dibakar sehingga yang tinggal hanyalah sisa-sisa pembakaran, bukan sampah yang menumpuk.
Sampah organik adalah sampah yang berasal dari alam seperti sayuran, dedaunan, buah-buahan, sisa makan atau sisa-sisa makhluk hidup seperti kotoran hewan, bangkai binatang dan sebagainya. Sampah organik, baik diolah atau tidak akan terurai dan kembali ke alam karena sampah ini bisa membusuk.
Sampah non organik adalah sampah yang tidak bisa atau tidak mudah membusuk seperti plastik, kaleng, kayu, batu dan sebagainya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar